Sabtu, 18 April 2009

Jangan Bohong part 2

CEPEK DEH.....!!! ini pengalaman waktu pemilu 9 april kemarin.
Aku dah respect banget sama partai yang satu ini. Kadernya muda-muda,Image partainya excellent, pokoknya TOP BGT. Dalam setiap iklan maupun program partainya selalu dikedepankan
BERSIH, JUJUR DAN PROFESIONAL
. "Nih partai yang aku cari" pikirku.
Tak dinyana tak disangka.9 april, subuh......aku dapat sms (short m...s.. sorry aku lupa terusannya)
PILIHLAH PARTAI INI, DAN CALEG NO 1 DARI PARTAI INI De..El..El..
What???? I'm surprised. Trus ku jawab
lho.. bukannya ini pelanggaran aturan kampanye cos ini sudah hari contrengan

Sebegitunya dia masih berkilah
dosa dikit gak pa2 yang penting buat kebaikan umat
dan debat kusirpun terjadi...... yang membuat lebih parah lagi dia menganulir sms nya dengan bilang ini bukan pelanggaran hanya ajakan...
Dosa tetap dosa walaupun kecil, apalagi ini menyangkut suara. Saya gak bisa membayangkan apabila orang seperti ini yang akan jadi wakilku nantinya.
JUJUR
MULAI DARI SEKARANG, MULAI DARI HAL SEPELE, MULAI DARI DIRI SENDIRI

Jangan Bohong

Pengasuh maupun pendidik lain misalnya ibu atau ayah yang sudah diketahui oleh anak sering berbohong padanya tidak akan dipercaya lagi oleh anak. Kerugiannya jelas, anak menjadi sulit dikendalikan oleh pendidiknya yang suka berbohong ini.

“Mari nak, mari ke sini, ibu beri ini…” Seorang ibu memanggil anak balitanya yang sedang mengganggu sang ayah yang sedang membetulkan ban mobil. Sesungguhnya sang ibu tidak bermaksud memberikan apapun kepada anaknya saat itu, hanya karena si anak sering diberikan mainan atau makanan kecil oleh ibunya, ia segera berlari mendatangi ibunya.

Berbohong seperti ini tampaknya biasa saja. Tokh tujuan sang ibu adalah supaya si anak tidak mengganggu ayahnya yang sedang membetulkan ban mobil.

Seorang pengasuh anak berdiri di pinggir jalan dan tampak kewalahan mendiamkan asuhannya yang menangis minta susu. Saat itu ia (si pengasuh) sedang asyik ngobrol dengan pengasuh anak tetangga, maklum mereka sekampung. Ia enggan pulang untuk membuat susu karena itu berarti akan sulit lagi untuk cari alasan main ke luar rumah.

Maka iapun berkiat :” Heh heh, liat tuh, ada meong, puss..puss, eh lucunya meong kuning...” Maka si kecilpun segera berhenti menangis dan mencari-cari mana kucing yang dimaksud. Tapi kucingnya memang tidak ada, si pengasuh hanya bermaksud mengalihkan perhatian si kecil dari keinginan minta susu.

Bohong seperti di atas sepertinya bukan masalah besar bagi si pengasuh maupun ibu tadi, namun di dalam kacamata Pendidikan Anak Dalam Islam merupakan masalah besar. Nabi SAW berkata: ”Seseorang terbiasa berbohong hingga ia dicatat sebagai pendusta (kadzdzaab)”. Dalam terminologi Akhlaq Islam, pendusta bersifat nifaq dan orangnya disebut Munafiq. Munafiq pasti masuk neraka. Bukan masalah kecil.

Anak dilahirkan fitrah, murni. Ia tidak lahir dengan berprasangka bahwa pengasuh maupun ibunya atau siapapun akan berkata bohong. Ia semula bahkan tidak mengerti apa makna bohong. Ia menyangka kucing yang dikatakan pengasuhnya benar-benar ada. Harapan yang murni. Masih agak lama lagi setelah dibohongi berkali-kali barulah si kecil tahu bahwa pengasuhnya suka berbohong. Akibatnya bisa fatal.

Pengasuh maupun pendidik lain misalnya ibu atau ayah yang sudah diketahui oleh anak sering berbohong padanya tidak akan dipercaya lagi oleh anak. Kerugiannya jelas, anak menjadi sulit dikendalikan oleh pendidiknya yang suka berbohong ini.

Lebih lanjut, tidak jarang pendidik pembohong ini terpaksa melakukan tindakan ”penyuapan” (membujuk dengan sogokan / bribary), dan makin lama sogokannya harus semakin tinggi, dari sebutir permen menjadi sebatang coklat sampai sekotak coklat. Harga yang mahal, bukan harga coklatnya, namun kerugian pendidikan yang terjadi.

Pertama: si anak menjadi hilang kepercayaan terhadap otoritas pendidik yang ada. Dan jika ia tidak memiliki figur yang jujur di sekelilingnya maka ia akan menjadi anak yang menyangka kebohongan merupakan aturan main dalam hidup. Kebohongan merupakan keharusan. Jika pendidik sudah tidak dipercaya oleh anak didiknya, maka sendi-sendi pendidikan pada hakekatnya sudah hancur.

Kedua: didorong fitrahnya yang semula percaya menjadi tidak percaya, ia menuntut pendidik pembohong tersebut memberikan sesuatu untuk membuat ia mau percaya. Maka ia mulai berkembang menjadi pemeras. Dan makin lama harga sogokannya menjadi semakin tinggi, jadilah ia pemalak, jika ia ingin sesuatu ia akan berulah untuk memaksa pendidiknya memberikan apa yang ia mau. Dan karena didorong rasa bersalah serta ingin kemauan atau arahannya dituruti anak didiknya, si pendidikpun mulai menjadi korban pemerasan.

Ketiga: Sadar atau tidak, pendidik yang suka berbohong terhadap anak didiknya telah mengajarkan pada mereka sebuah hukum bahwa otoritas yang lebih tinggi boleh berbohong terhadap yang sub ordinat (yang di bawahnya). Terutama karena dalam penerapan pendidikan tidak ada pendidik yang mau dibohongi anak didiknya, meskipun si pendidik sendiri sering membohongi anak didik. Siklus ini akan terus berlanjut hingga ke bangku sekolah.

Guru sebagai pendidik juga tidak jarang berbohong pada anak didik. Mereka mengajarkan pelajaran Pendidikan Moral Pancasila bahwa seseorang harus jujur dan tidak korupsi, namun tidak jarang para guru melakukan korupsi waktu dan pungli dalam prakteknya di sekolah. Datang terlambat sementara sang guru akan menghukum anak yang terlambat. Pungutan biaya pendidikan mulai buku paket hingga fotokopi materi. Anak didikpun tidak jarang dengan mudah dapat mengamati kehidupan pribadi sang guru yang tidak patut menjadi teladan.

Apa kesimpulan yang bisa kita lihat dari fenomena ini? Apa benang merah yang bisa ditarik dari peristiwa-peristiwa kecil di sekitar kita yang seolah terjadi tanpa kritik? Apakah kita jarang (atau sering?) mendapati orangtua maupun pengasuh membohongi anak batita? Atau balita? Apakah kita sendiri tidak menganggap ini masalah?

Banyak keluhan masyarakat tentang para politisi yang sering mengumbar janji kampanye yang muluk-muluk dan menarik hati rakyat pemilih dengan poster-poster yang amat ”pe-de” : Jujur-amanah-memperjuangkan aspirasi rakyat dan sebagainya.

Syahdan ketika sudah duduk di kursi empuk hal itu sama sekali tak terlihat. Rakyat tetap tidak tersalurkan aspirasinya untuk mendapatkan sembako murah atau daerah bebas banjir, sementara para politisi tersebut dibelakang hari diseret ke meja hijau dengan tuduhan korupsi berbagai cara. Sejak kapan para politisi belajar bohong? Sejak jadi pejabat? Sejak bangku sekolah? Sebenarnya belajar bohong itu sudah sejak mereka dibohongi pendidiknya di masa bawah lima tahun.

Di jalanan, sejumlah preman di giring ke balik jeruji besi. Aksi mereka meresahkan masyarakat. Polisi sibuk menangani mereka dan masyarakat selalu terganggu dengan ulah mereka. Pemerasan, perampokan dan berbagai kejahatan lain seolah sudah tak mungkin dihapus dari sudut-sudut kota.
Mengapa selalu ada saja kaderisasi penjahat, pemalak, pemeras?
Tahukan anda....
bahwa sekarang anak usia sekolah dasar-pun ada yang sudah mampu berpenghasilan dari memeras kawan sekolahnya?
Pernahkah anak anda menjadi korban ”geng” sekolah?
Dari mana para pemeras jalanan belajar memalak?
Sejak masa sekolah? Bukan!
Mereka belajar memeras sejak mereka masih dalam buaian pendidik mereka yang suka membohongi.
:hmmm:

Siklus yang berbahaya, seolah lingkaran setan yang mengurung anak didik dalam kehidupannya. Lalu, adakah yang heran mengapa kita masih sering mengalami kehidupan yang tidak berkah?

Sabtu, 14 Maret 2009

THIS IS MY HEAVEN



THE REASON FOR KEEP ON FIGHTING



My lovely Gorgeous has enlightened my world since she was born



I will give all I have to make you smile

Kamis, 05 Maret 2009

HARAPAN DAN KESEMPATAN

BRILLIANT COURSE

MENUJU PERBAIKAN KUALITAS DAN KUANTITAS

Pada dasarnya hampir semua bimbingan belajar mempunyai metode pengajaran yang sama. Tentunya perbedaan yang paling signifikan antara BRILLIANT COURSE dan LBB besar seperti PRIMAGAMA atau SSC adalah dari segi modal, fasilitas, sarana dan prasarana pengajaran serta tingkat kesejahteraan karyawan. Itu semua berkait erat dengan ketersediaan SDMM (Sumber Daya Manusia dan Modal). Bagaimanapun juga, mereka bisa seperti sekarang juga melalui proses yang panjang. Kita memulai dan merasakan apa yang dulu mereka mulai dan rasakan. Manfaat yang bisa kita ambil dari LBB - LBB besar adalah kita bisa belajar banyak dari meraka. Diharapkan kedepannya BRILLIANT COURSE bisa terus mengembangkan diri dan menjadi tempat pengembangan kualitas kita semua.
Pada titik atau kondisi seperti sekarang ini, BC mampu untuk bertahan hidup, akan tetapi juga bukan pilihan yang terbaik jika kita hanya puas bisa untuk sekedar bertahan hidup. BC diharapkan terus maju dan berinovasi sehingga bisa memenuhi harapan bukan hanya pemilik tapi juga anggotannya. Harapan yang kita inginkan bisa terpenuhi oleh BC adalah :
• BC bisa menjadi salah satu sumber pendapatan yang mencukupi kebutuhan kita (motivasi ekonomi)
• BC bisa menjadi tempat kita mengembangkan kemampuan mengajar, berorganisasi, menejemen (motivasi intelektual)
• BC bisa menjadi lembaga yang mapan secara ekonomi dan intelektual seperti SSC dan PRIMAGAMA
Harapan – harapan diatas bukan suatu hal yang mustahil bila kita bisa saling bekerjasama dan merasa ikut bertanggung jawab akan nasib BC. Dalam perjalanannya dari awal sampai sekarang BC telah mencapai banyak kemajuan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. BC diawali dengan murid sejumlah 8 siswa dengan pengajar 2 orang sampai sekarang dengan muridnya yang berjumlah 50-an siswa dengan pengajar 8 orang dalam jangka waktu yang tidak begitu lama merupakan kemajuan yang bisa kita sukuri. Hal tersebut hendaknya bisa membuat kita lebih termotivasi untuk bisa berkarya lebih baik lagi bukan hanya sebagai titik kepuasan.
“Banyak jalan menuju Roma” kata pepatah, begitu pula BC. Banyak jalan agar BC bisa lebih baik dari sekarang. Aspek – aspek yang bisa kita gali dan tingkatkan diantaranya adalah :
• Meningkatkan pelayan kita pada konsumen (siswa )
• Meningkatkan komunikasi dengan orang tua siswa
• Mempererat hubungan pengajar dan siswa, antar rekan pengajar (sebidang studi ataupun lain bidang studi) serta pengajar dengan menejemen
• Menumbuhkan sikap keterbukaan antar pengajar maupun dengan menejemen
• Membiasakan aktifitas saling belajar dan saling memperbaiki antar pengajar


A. Meningkatkan pelayan kita pada konsumen (siswa )

Siswa adalah konsumen dan konsumen adalah raja. BC dituntut untuk bisa membuat siswa merasa senang dan puas akan pelayanan kita. Di sini pengajar bukan hanya sekedar mentransfer ilmu tapi juga sebagai teman belajar bagi mereka.
• Terapkan 3 S (Senyum, Sapa, Salam). Minimal tahu nama siswa
• Tanyakan kabar dan kondisi mereka (ajak mengobrol)/ berikan perhatian
• Ajak mereka berdiskusi tentang pelajaran ataupun yang lain
• Tanyakan PR atau kesulitan pelajaran baik siswa yang diajar maupun bukan
• Tawarkan jam tambahan GRATIS (khususnya kalau ada ulangan)
• Ketersediaan dan kesiapan modul atau materi ajar yang berkualitas

B. Meningkatkan komunikasi dengan orang tua siswa

Orang tua siswa adalah indikator penting untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa. Komunikasikan perkembangan siswa (kemajuan dan kekurangan) pada orang tua atau pada menejemen supaya bisa kita cari penyebab dan penyelesaian dari masalah siswa. Diharapkan BC bisa membuat laporan perkembangan siswa selama belajar di BC (secara berkala semacam rapot)

C. Mempererat hubungan pengajar dan siswa, antar rekan pengajar (sebidang studi ataupun lain bidang studi) serta pengajar dengan menjemen

Bagian pertama sudah disinggung pada poin A. Persamaan visi dan misi kita semua adalah bagian terpenting dari BC. Diharapkan hubungan antar rekan pengajar (sebidang studi ataupun lain bidang studi) pengajar dengan menjemen lebih ditingkatkan:
• Saling bertukar ilmu (trik) dan pengalaman mengajar
• Mengadakan pertemuan khusus(Sharing) pengajar sesama bidang studi
• Mengadakan pertemuan khusus(Sharing) umum
• Berkomunikasi tentang masalah dan kesulitan dengan menejemen
• Lebih terbuka dalam menyampaikan ide dan gagasan untuk kemajuan BC

D. Membiasakan aktifitas saling belajar dan saling memperbaiki antar pengajar

Untuk lebih meningkatkan kualitas belajar dan pengajaran di BC akan diadakan program asistensi yaitu pengajar ikut ambil bagian di kelas sebagai pengamat dan membuat laporan proses KBM pada pengajar lain. Ini bukan dimaksudkan untuk menilai kekurangan dan kelemahan pengajar lain tapi diharapkan bisa saling belajar.




October, 2006
By
SUNU

IKLAN BC

BIMBINGAN BELAJAR SD,SMP DAN SMA/K
BRILLIANT COURSE
PERUMAHAN BUMI MAS I BLOK E NO 8
(0351)7798527

DIBUKA PROGRAM REGULER (PRIVAT& KELAS)

• ANDA INGIN LEBIH SUKSES?
• ANDA INGIN SIAP LEBIH DINI?
• ANDA INGIN BELAJAR LEBIH FOKUS TAPI NYANTAI?
• ANDA INGIN DIBIMBING PENGAJAR YANG PROFESIONAL, BERKUALITAS DAN FRIENDLY?
• ANDA PUNYA KEINGINAN/PERMINTAAN KHUSUS DALAM BELAJAR?



KEUNGGULAN KAMI:
 KELAS KECIL (MAKSIMAL 10 SISWA/KELAS)
 PENGAJAR YANG PROFESIONAL, BERKUALITAS DAN RAMAH
 JAM BELAJAR FLEKSIBEL(SESUAI KESEPAKATAN)
 JAM TAMBAHAN GRATIS
 SUASANA DAN TEMPAT BELAJAR NYAMAN

BRILLIANT COURSE PROFILE

PROFIL
BRILLIANT COURSE

BRILLIANT COURSE adalah Lembaga Bimbingan Belajar yang didirikan bulan april 2005. Lokasi pertama berada di desa tempursari kec. Wungu kab. Madiun. Lokasi kedua berada di jl. Ki Ageng Kebo Kanigoro no 36. Sekarang BRILLIANT COURSE (selanjutnya disebut BC) bertempat di Perumahan Bumi Mas blok E no 8 Madiun, no tlp. (0351)7798527, e-mail bc_sunu@yahoo.com. Di awal berdirinya BC mempunyai 3 orang pengajar yang sekaligus sebagai pemilik yaitu Ferry (B. Inggris), Suharlina ( Fisika) dan Rossy hanya sebagai pengajar (Matematika). Sekarang BC mempunyai 8 pengajar berbagai bidang studi.

TUJUAN:
• Memberikan pelayanan bimbingan belajar bagi siswa SD-SMP-SMA dan yang sederajat yang mengalami kesulitan belajar dalam bidang akademis utamanya mata pelajaran Ujian Nasional.

VISI:
• Memberikan pelayanan terbaik dalam bidang pendidikan bagi siswa SD-SMP-SMA dan yang sederajat.
• Memberikan dorongan, bantuan dan motivasi pada anak didik dalam belajar agar sukses dalam hal akademis di sekolah.
• Ikut meningkatkan kualitas pendidikan yang mempunyai kompetensi dalam bidang akademis.

MISI:
• Membantu anak didik mendapatkan hasil yang sesuai dengan kerja keras/belajar mereka.
• Mendorong dan memotivasi anak didik agar percaya diri dengan kemampuan dan kerja kerasnya sendiri.
• Membantu anak didik yang mengalami kesulitan belajar agar lebih berprestasi dalam bidang akademis di sekolah dan mendapatkan sekolah favorit yang mereka inginkan.
• Mendorong dan meningkatkan potensi dan kemampuan pendidik(pengajar, tentor dan guru) sehingga mampu memberikan yang terbaik pada bidangnya.
• Menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong munculnya semangat kewira usahaan bagi mahasiswa, lulusan perguruan tinggi dan masyarakat umum.

KEGIATAN USAHA:
BRILLIANT COURSE merupakan sebuah usaha yang bergerak dalam bidang pelayanan pendidikan berupa bimbingan belajar untuk siswa SD, SMP, SMA dan yang sederajat.

STRATEGI PROMOSI:
• Penyebaran brosur di sekolah dan perumahan.
• Pasang iklan di media cetak maupun radio.
• Akses jaringan yang terdiri dari siswa BC dan orang tua murid (getok tular).

ANALISA USAHA:
A. KEKUATAN/ KEUNGGULAN BC:
• Tim pengajar yang masih muda dan lulusan perguruan tinggi negeri dan swasta terbaik.
• Pengalaman para pengajar di institusi formal maupun informal(LBB lain).
• Kelas kecil yang efektif dan efisien (group = 4-10 siswa/kelas, privat = 2 siswa/ kelas).
• Fleksible (jenis b. studi dan waktu bimbingan sesuai kesepkatan).
• Suasana belajar yang kekeluargaan, nyaman dan santai (lesehan), jauh dari kesan formal.
• System penggajian mitra kerja (pengajar dan staf) yang kompetitif.